International workshop and seminar lesson study

Seminar yang menghadirkan 4 tokoh lesson study ,diantaranya Prof. Hideo Nakata,Ph.D dari University of Tsukuba Japan , Prof. Masahito Sato,Ph.D dari University of tsukuba Japan , Prof. Pennee Narof,Ph.D dari Khoh Kaen University Thailand dan Kerry Bissaker,Ph.D dari Flinders University of South Australia yang membimbing para undangan guru inklusi agar meningkatkan kualitas dalam mengajar anak berkebutuhan khusus.

Diawal pembuka seminar yang menampilkan ajang kebolehan dari anak berkebutuhan khusus, seperti menari ,menyanyi ,hingga memainkan biola , membuat penonton berdetak kagum menyaksikan mereka. Acara yang sudah menyebar di pulau jawa pada 2005 lalu dan selama 10 tahun menyebar di dunia ini berkat kerjasama yang besar dari berbagai pihak. “ Dijiwai semangat gotong royong pada lesson study ditahunnya yang tepat ke 10 ini, berharap seluruh warga di dunia akan berfokus pada anak berkebutuhan khusus” ujar penggagas lesson study Prof. Hideo Nakata, Ph.D dalam pembukaan acara.

Selain menggelar seminar, acara lesson study yang ini juga melakukan kegiatan penjas adaptif yaitu olah raga yang disesuaikan dengan hambatannya, berhitung matematika dan refleksi yang berupa diskusi panel. Serangkaian metode tersebut guna menyelesaikan semua persoalan saat memberikan materi ajar pada anak berkebutuhan khusus. “kata para pakar pendidikan di dunia , semua persoalan dapat diselesaikan dengan pendidikan. Metode pembelajaran yang diberikan akan mempengaruhi kualitas anak didik” ungkap Prof. Dr. Warsono, M.S. dalam mimbarnya.

Acara Pembantu Dekan I yang dihendel oleh himpunan PLB UNESA ini ,tidak hanya sharing pembelajaran dari universitas luar negeri saja. Namun kedepannya , agar masyarakat umum tidak memandang sebelah mata anak yang berkebutuhan khusus. Acara yang tidak lain untuk mensosialisasikan anak berkebutuhan khusus bahwa mereka punya nilai lebih dalam kekurangannya dan guru yang hadir dalam seminar dapat mengembangkan metode yang telah didapat demi mengembangkan kualitas anak berkebutuhan khusus. Seperti yang diungkap Hendi mahasiswa PLB 2011 “Kegiatan yang bertujuan tidak hanya sharing dengan universitas luar negeri saja , tetapi untuk membuka mata masyarakat umum bahwa mereka bukanlah orang yang selalu manja. Peran Guru juga diharapkan agar memaksimalkan ilmu yang telah didapat dalam seminar”

( ChandraKirana humas UNESA )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s