Soal Komunikasi

SOAL

  1. Ketika anda pertama kali berjumpa dengan seseorang , apa dasar penilaian anda terhadap orang tersebut?
  2. Bentuk – bentuk evaluasi apa saja yang anda pakai untuk menilai orang tersebut ? dan mengapa memilih evaluasi tersebut ?
  3. Jelaskan dengan contoh tentang 3 aspek dalam sebuah pesan , yaitu CODE , CONTENT , TREATMENT
  4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan peran budaya sebagai bagian dari kehidupan social dalam konteks ilmu komunikasi !
  5. Berikan contoh dan jelaskan tentang salah satu budaya yang anda ketahui !

JAWABAN

1. Dasar penilaian saya saat berjumpa dengan seseorang adalah dari sikapnya , cara dia saat menghadapi orang – orang yang ada disekitarnya, cara dia berkomunikasi / berinteraksi dengan seseorang ,dan bahasa yang digunakan dalam berbicara (bahasa kasar / sopan).

2. Evaluasi yang saya pakai untuk menilai orang tersebut , yaitu :

a. Melihat dan mengamati sikap orang tersebut ,

Karena dengan sikap dan tindakan yang dilakukan, dapat mencerminkan kepribadian orang tersebut terhadap lingkungan disekitarnya.

b. Mengajaknya berbicara  (ngobrol),

Mengajak ngobrol  sebagai awal pembuka kita mengenali orang tersebut. Dengan bahasa ,cara berbicara dan tutur kata yang dipakainya , sudah sedikit menggambarkan orang tersebut seperti apa.

Penampilan seseorang tidak bisa dijadikan acuan untuk menilai seseorang , karena penampilan bisa memanipulasi keaslian pribadi seorang individu.

3. 3 aspek dalam sebuah pesan

a. CODE

Komunikator menyandi pesan yang akan disampaikan kepada komunikan, bisa berupa bahasa kial (gesture) , isyarat dan gambar , yang berarti ia (komunikator) memformulasikan pikiran dan/atau perasaannya ke dalam lambang (bahasa, kial, isyarat dan gambar) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan.

b. CONTENT

Disini komunikan (penerima pesan) mengartikan ke dalam kata bermakna yang pernah diketahui dalam pengalamannya masing – masing.

c.TREATMENT

Yang berperan disini ialah komunikan (penerima pesan) , dimana dia mengolah informasi yang diberikan komunikator sehingga menimbulkan umpan balik.

4. Peran budaya sebagai bagian dari kehidupan social yaitu budaya sebagai landasan komunikasi .

komunikasi berhubungan dengan kebutuhan manusia dan terpenuhinya kebutuhan berinteraksi dengan manusia-manusia lainnya. Kebutuhan berhubungan sosial ini terpenuhi melalui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia-manusia yang tanpa berkomunikasi akan terisolasi. proses yang sifatnya dinamik, terus berlangsung dan selalu berubah, dan interaktif, yaitu terjadi antara sumber dan penerima.Proses komunikasi juga terjadi dalam konteks fisik dan konteks sosial, karena komunikasi bersifat interaktif sehingga tidak mungkin proses komunikasi terjadi dalam kondisi terisolasi. Konteks fisik dan konteks sosial inilah yang kemudian merefleksikan bagaimana seseorang hidup dan berinteraksi dengan orang lainnya sehingga terciptalah pola-pola interaksi dalam masyarakat yang kemudian berkembang menjadi suatu budaya. Budaya dan komunikasi tak dapat dipisahkan satu sama lain, karena budaya tidak hanya menentukan siapa bicara dengan siap, tentang apa dan bagaimana orang menyandi pesan, makna yang ia miliki untuk pesan, dan kondisi-kondisinya untuk mengirim, memperhatikan dan menafsirkan pesan. Budaya merupakan landasan komunikasi sehingga bila budaya beraneka ragam maka beraneka ragam pula praktek-praktek komunikasi yang berkembang.

5. Budaya Bakar Batu di Papua.

Bakar Batu adalah salah satu acara adat terpenting di Pupua, sebagai wujud pesta kegembiraan menyambut kelahiran, kematian, atau mengumpulkan prajurit untuk berperang. Bakar batu juga menjadi saran memulihkan keharmonisan hidup manusia yang tergannggu dendam dan peperangan atau kematian. Bakar batu juga menjadi cara khas masyarakat tradisional Papua memasak Babi dengan batu yang di bakar dalam tungku perapian besar, biasannya berukuran 2 x 8 meter. Seluruh isi perut babi dikeluarkan menyisakan daging dan lemak tebal yang menempel di kulit. Kini ritual bakar batu juga diselenggarakan untuk menyambut para tamu yang berkunjung ke daerah Papua.

Prosesinya sebagai berikut, mulannya batu di bakar di tungku pembakaran, sambil menunggu batu itu panas para warga menggali lubang yang cukup dalam. Setelah batu yang dibakar itu telah panas, sebagian batu tersebut di masukkan dalam galian tersebut, ditimbun dngan daun singkong, umbi-umbian, dan dedaunan. Batu panas kembali diletakkan diatas adonan itu dan galian ditutup rapat. Selepas itu, mereka tinggal menyambut tamu, sementara daging babi pun matang. (http://indonesiabox.org/acara-seru/seni-hiburan/tari-perang-papua/)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s