Motivasi

motivasiDefinisi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Motivasi merupakan alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang.

Hakekat Motivasi

  • Manipulasi yang halus

Bahwa motivasi hanyalah suatu cara untuk membuat orang melakukan keinginan pemotivasi , tanpa mereka sadari.

Ex : Staf akan lebih produktif jika mereka menganggap bahwa pemimpinnya selalu memperhatikan mereka, dan perlu terus menerus mengelabuhi mereka , namun motivasi yang palsu dan tidak tulus seperti ini hanya bersifat sementara akan mencapai tujuan pimpinan , tetapi kemudian motivasi tersebut akan hilang.

  • Mendapat kepuasan nyata

Motivasi yang benar – benar efektif tidak hanya memberikan janji – janji atas perasaan dan hasrat dari mereka yang sedang dimotivasi , tetapi haruslah juga memiliki kepedulian nyata pada penerima motivasi sebagai manusia.

#  Memperhatikan setiap kebutuhan pribadi seseorang adalah hal yang mendasar ketika sedang memotivasi.

Sasaran untuk melakukan motivasi dibagi menjadi 3 kelompok , yaitu :

1)      Individu

2)      Tim

3)      Kelompok Besar

  1. INDIVIDU

Hidup didalam dunia dimana hal yang paling mudah bukan selalu menjadi yang baik. Jika ingin memperoleh sesuatu yang terbaik dari orang maka memperlakukan mereka sebagai individu dan bukan sebagai komponen produksi. Dengan demikian , untuk memperoleh yang terbaik , mereka harus diperlakukan dengan cara berbeda , apabila hal itu menyebabkan masalah pada sistem , maka seharusnya mengubah sistem yang digunakan untuk mengubah rasa suka pada pekerjaan mereka. Sekalipun hal tersebut susah dilakukan . Namun , kebenaran pragmatis ialah kebenaran dimana mengharuskan menangani setiap orang secara berbeda – beda , karena mereka memang individu.

–          Satu ukuran untuk semua

Menentukan seperangkat latihan yang berlaku untuk semua orang , siap untuk menetapkan unsur apa saja yang dibutuhkan oleh individu dan cara khusus apa yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Hierarki Maslow memberikan lima tingkatan atas factor – factor yang memotivasi orang. Teori Maslow mengatakan bahwa sekali suatu tingkat dipenuhi , tingkat tersebut akan berhenti sebagai pemotivasi dan untuk naik ke tingkat berikutnya.

Kelima tingkatan tersebut adalah :

1)      Kebutuhan – kebutuhan fisiologi dasar

2)      Rasa aman

3)      Kebutuhan social

4)      Penghargaan dan derajat social

5)      Kesadaran akan potensi anda

Kelima unsur ini menyumbang kebutuhan individu untuk motivasi

–          Perlunya hubungan

Kegiatan social memberi kesempatan untuk membangun hubungan dan membuka pintu untuk memotivasi individu yang lebih terfokus. Pemotivasi harus mengenal orang yang akan dimotivasi untuk dapat memotivasinya dengan cara yang terbaik. Begitu hubungan tersebut dibangun  , pemotivasi dapat melihat jenis motivasi apa yang paling sesuai pada saat itu ( kebutuhan itu tidak statis , bisa berubah setiap saat ).

Ada spectrum gaya – gaya motivasi , gaya tersebut dapat secara kasar diuraikan sebagai :

1. Bimbingan

Cara – cara yang dilakukan untuk memotivasi seseorang berhubungan dengan meningkatkan kinerja dan mengembangkan kepuasan kerja. Agar menjadi pembimbing yang baik maka harus memiliki pemahaman tenteng pekerjaan tersebut. Seorang pembimbing harus sadar atas persyaratan pekerjaannya dan harus dapat menilai kekurangan diri seseorang , bahwa segala sesuatu ada batasnya dan meminta orang tersebut pindah dari suatu bidang. Hal ini merupakan keterampilan dalam memotivasi pada pengenalan arahan yang positif , sehingga individu yang dimaksud didorong untuk menggunakan waktunya pada hal positif lainnya dan bukan mengatakan bahwa dia tidak mampu melakukan tugasnya.

2. TIM

Tim merupakan kumpulan minimum dua orang yang bekerja bersama kearah tujuan bersama. Sebuah tim dapat melibatkan orang yang serupa bekerja secara bersamaan, yang manfaat utamanya adalah meminimumkan biaya dengan membagi informasi dan sumber daya yang tersedia. Banyak tim pekerja kantor yang di rancang untuk menghasilkan sinergi yaitu menyatukan keterampilan yang saling mengisi untuk memberikan suatu hasil yang sama dengan atau lebih besar dari hasil penggabungan tiap – tiap bagian. Peran untuk memotivasi yaitu bimbingan , konseling , perubahan , dan mentoring. Namun peran motivasi kelima juga sangat diperlukan , yaitu pemimpin.

Pemimpin yang bagus , yaitu seorang pemimpin yang akan merasa sebagai bagian dari tim, walaupun dialah yang menentukan arah tim. Seorang pemimpin akan memberikan prinsip – prinsip yang jelas dan memastikan bahwa setiap orang memahami secara tepat apa prioritas mereka, tetapi tidak akan membiarkan tim tersebut meneruskan usahanya untuk menyelesaikan sesuatu , tetapi pemimpin terfokus pada hasil kerja apa yang diselesaikan pada waktunya .

3. KELOMPOK BESAR

Kelompok besar merupakan perkumpulan orang dalam lingkup besar , misalnya konferensi , pelatihan sehari didalam perusahaan atau forum perusahaan. Kelompok besar pati ada berbagai sikap didalamnya , dari yang antusias hingga yang sinis. Tanpa motivasi yang benar , investasi waktu yang besar akan terbuang percuma. Orang yang menghadiri suatu acara atau membentuk bagian perkumpulan , akan memperoleh lebih banyak manfaat dari acara tersebut jika mereka di motivasi dengan tepat. Akan tetapi , memotivasi kelompok besar membutuhkan upaya yang lebih besar daripada memotivasi suatu tim , karena kelompok itu kurang bersifat pribadi dan lebih diarahkan pada pengaruh – pengaruh mendasar yang memotivasi setiap orang. Anggota suatu kelompok besar masih berupa individu dan seringkali yang akan mempengaruhi motivasi kelompok secara keseluruhan adalah masukan dari seorang individu atau lebih.

Teori X dan teori Y
Douglas McGregor menemukan teori X dan teori Y setelah mengkaji cara para manajer berhubungan dengan para karyawan. Kesimpulan yang didapatkan adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.
Ada empat asumsi yang dimiliki manajer dalam teori X.

  1. Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya.
  2. Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipakai, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
  3. Karyawan akan mengindari tanggung jawab dan mencari perintah formal, di mana ini adalah asumsi ketiga.
  4. Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.

Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada pula empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y.

  1. Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat atau bermain.
  2. Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.
  3. Karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari, dan bertanggungjawab.

*Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.

Faktor faktor yang mempengaruhi motivasi :

Motivasi seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :

a. Faktor Internal; faktor yang berasal dari dalam diri individu, terdiri atas:

  1. Persepsi individu mengenai diri sendiri; seseorang termotivasi atau tidak untuk melakukan sesuatu banyak tergantung pada proses kognitif berupa persepsi. Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri akan mendorong dan mengarahkan perilakuseseorang untuk bertindak;
  2. Harga diri dan prestasi; faktor ini mendorong atau mengarahkan inidvidu (memotivasi) untuk berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan memperoleh kebebasan serta mendapatkan status tertentu dalam lingkungan masyarakat; serta dapat mendorong individu untuk berprestasi;
  3. Harapan; adanya harapan-harapan akan masa depan. Harapan ini merupakan informasi objektif dari lingkungan yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan tujuan dari perilaku.
  4. Kebutuhan; manusia dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadikan dirinya sendiri yang berfungsi secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya secara total. Kebutuhan akan mendorong dan mengarahkan seseorang untuk mencari atau menghindari, mengarahkan dan memberi respon terhadap tekanan yang dialaminya.
  5. Kepuasan kerja; lebih merupakan suatu dorongan afektif yang muncul dalam diri individu untuk mencapai goal atau tujuan yang diinginkan dari suatu perilaku.

b. Faktor Eksternal; faktor yang berasal dari luar diri individu, terdiri atas:

  1. Jenis dan sifat pekerjaan; dorongan untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu sesuai dengan objek pekerjaan yang tersedia akan mengarahkan individu untuk menentukan sikap atau pilihan pekerjaan yang akan ditekuni. Kondisi ini juga dapat dipengartuhi oleh sejauh mana nilai imbalan yang dimiliki oleh objek pekerjaan dimaksud;
  2. Kelompok kerja dimana individu bergabung; kelompok kerja atau organisasi tempat dimana individu bergabung dapat mendorong atau mengarahkan perilaku individu dalam mencapai suatu tujuan perilaku tertentu; peranan kelompok atau organisasi ini dapat membantu individu mendapatkan kebutuhan akan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kebajikan serta dapat memberikan arti bagi individu sehubungan dengan kiprahnya dalam kehidupan sosial.
  3. Situasi lingkungan pada umumnya; setiap individu terdorong untuk berhubungan dengan rasa mampunya dalam melakukan interaksi secara efektif dengan lingkungannya;
  4. Sistem imbalan yang diterima; imbalan merupakan karakteristik atau kualitas dari objek pemuas yang dibutuhkan oleh seseorang yang dapat mempengaruhi motivasi atau dapat mengubah arah tingkah laku dari satu objek ke objek lain yang mempunyai nilai imbalan yang lebih besar. Sistem pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk berperilaku dalam mencapai tujuan; perilaku dipandang sebagai tujuan, sehingga ketika tujuan tercapai maka akan timbul imbalan.

Cara mengukur motivasi

Pada umumnya ada dua cara untuk mengukur motivasi , yaitu :

  1. Mengukur factor – factor luar tertentu yang diduga menimbulkan dorongan dalam diri seseorang.

Berusaha menciptakan kondisi yang dapat menimbulkan dorongan / kebutuhan tertentu.

Contoh :

Pada pemberian stimulasi misalnya dalam bentuk insentif/hadiah. Bila insentif semakin besar diharapkan motif untuk mendapatkannya semakin kuat , sebaliknya bila insentifnya kurang, tentu juga motif untuk mendapatkannya tidak begitu kuat.

2. Mengukur aspek tingkah laku tertentu yang mungkin menjadi ungkapan dari motif tertentu.

Salah satu cara yang lebih tepat untuk mengetahui motif seseorang yang sebenarnya adalah mengamati objek – objek yang menjadi pusat perhatiannya. Objek yang selalu dikejar , dicari, diperhatikan lebih dari yang lain , itulah yang menjadi cermin atas motif yang sedang menguasainya. Maka dari itu ada tidaknya motif yang sedang menguasai seseorang dapat disimpulkan dari objek – objek yang menjadi sasarannya dan hadiah – hadiah yang mengena pada dirinya.

Contoh :

Makin tepat suatu hadiah itu memenuhi kebutuhan seseorang , hadiah itu juga semakin mencerminkan motivasinya.

Hubungan dan kaitan motivasi dengan Perilaku Organisasi

  1. Sebuah perilaku dapat hanya dilandasi oleh sebuah motivasi
  2. Sebuah perilaku dapat pula dilandasi oleh bebrapa motivasi
  3. Perilaku yang sama dapat dilandasi oleh motivasi yang sama
  4. Perilaku yang sama dapat dilandasi oleh motivasi yang berbeda
  5.  Perilaku yang berbeda dapat dilandasi oleh motivasi yang sama
  6. Perilaku yang berbeda dapat dilandasi oleh motivasi yang berbeda

Salah satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan suatu organisasi/instansi adalah motivasi kerja SDM yang ada dalam lingkungan organisasi/instansi tersebut. Motivasi merupakan variabel perantara yang digunakan untuk menerangkan faktor-faktor dalam diri individu, yang dapat membangkitkan, mempertahankan dan menyalurkan tingkah laku suatu tujuan tertentu (J.P. Chaplin).

Motivasi berhubungan dengan kekuatan (dorongan) yang berada di dalam diri manusia, sehingga motivasi kerja menunjuk pada kondisi-kondisi (di dalam dan di luar individu) yang menyebabkan adanya keragaman dalam intensitas, kualitas, arah dan lamanya perilaku kerja.

“Suatu organisme (manusia/hewan) yang dimotivasi akan terjun ke dalam suatu aktivitas secara lebih giat dan lebih efisien daripada yang tanpa dimotivasi. Selain menguatkan organisme itu, motivasi cenderung mengarahkan perilaku (orang yang lapar dimotivasi untuk mencari makanan untuk dimakan; orang yang haus, untuk minum; orang yang kesakitan, untuk melepaskan diri dari stimulus/rangsangan yang menyakitkan” (Atkinson, Atkinson, & Hilgard, 1983).

 

 

 Sumber :

Clegg,brian.2001.Instant Motivation.Jakarta : Erlangga.

Handoko, martin.1992.Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku.Yogyakorta : Kanisius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s