Kepemimpinan SBY

Gambar

Kasus kepemimpinan SBY:

SBY dalam gaya kepemimpinan merupakan tipe pemimpin yang demokratis , karena dalam era kepemimpinannya masyarakat dapat menyuarakan aspirasinya secara terbuka tanpa ada batasan . Namun tentu saja dalam setiap kebebasan ada batasan-batasan yang harus dipatuhi. Selain hukum normatif, kebebasan juga harus menghargai kebebasan dan martabat orang lain. Alasan “demi kebebasan berpendapat” tidak bisa disalahgunakan dengan seenaknya, bahkan sampai menyebarkan fitnah. Ironisnya lagi, tuduhan bohong kerap disuarakan dengan mengatasnamakan rakyat dan kebenaran. Kondisi inilah yang sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan menggulingkan kekuasaan.

Eskalasi politik Tanah Air yang belakangan terjadi tidak bisa dilepaskan dari momentum pemilihan umum dan pemilihan presiden yang berlangsung tahun ini. Hasil pesta demokrasi itu sebagaimana diketahui menempatkan Partai Demokrat dalam urutan teratas dan pasangan SBY-Boediono sebagai presiden dan wakil presiden. Dilanjutkan lagi dengan pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II, yang lagi-lagi tidak memuaskan semua pihak.

Kelebihan dalam memimpin :

  1. Pertumbuhan ekonomi dalam bidang makro positif
  2. Demokrasi dan stabilitas polkam positif
  3. Konflik NAD dan Poso bisa diselesaikan
  4. Dibandingkan dengan kepemimpinan terdahulunya sesudah tumbang masa orba, kepemimpinan sby cukup bagus.
  5. Banyak perubahan yang sudah dibuat sby jilid 1, seperti perubahan harga BBM yang bikin rakyat miskin makin sengsara.
  6. Pemberantasan korupsi makin ok;
  7. Demokrasi semakin jelas;
  8. Siap untuk tidak populer;
  9. Pertumbuhan ekonomi not bad.

Kekurangan dalam memimpin :

  1. Sudah Kita ketahui melalui berbagai media masa yang menayangkan tentang Kebijakan ekonomi SBY-JK selama empat tahun dinilai justru menambah indeks kesengsaraan rakyat. Dan ini menjadikan Rapor merah untuk SBY-JK.
  • Indeks Kemiskinan pada awal Kepimpinan SBY JK tahun 2004 berkisar 16,5 %
  • Sedangkan Indeks Kemiskinan pada tahun 2008 berkisar 20,3 %
  1. Selain soal indeks kemiskinan, bahwa kebijakan kebijakan ekonomi yang dihasilkan tim ekonomi SBY-JK. belum pro rakyat kecil. Ini dilihat oleh LNG yang di jual murah ke negara asing, tetapi rakyat di paksa membeli BBM dengan harga mahal dan LPG yang notabene yang sebagiannya di ekspor.
  2. Kenaikan BBM hingga 3 kali
  3. Kinerja kepemerintahan yang baik adalah yang mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga nihilnya pengangguran serta terpenuhinya kebutuhan mendasar bagi masyarakat ekonomi lemah, bukan dengan BLT yang terasa hanya nikmat kecil yang sesaat. BLT tidaklah memberikan solusi atas semua itu, namun malah memperparah keekonomian negara dan membudayakan sifat malas dikalangan masyarakat. 
  4. SBY mulai melupakan Ekonomi Kerakyatan bagi rakyat kecil. Dengan makin melebarnya pintu pihak asing untuk berinvestasi di Indonesia, maupun dengan makin tingginya biaya pendidikan (isu BHP). Bagi sebagian orang penganut paham Ekonomi Kerakyatan, hal ini jelaslah mematikan daya kreativitas dan daya saing para pelaku produksi dalam negeri yang artinya para produsen dalam negeri harus bersaing dengan produsen luar untuk memikat konsumen. Padahal secara notabene, Indonesia dalam hal masalah produksi barang masih kalah jauh tingkat kualitasnya dengan pesaing luar.
  1. kepemimpinan SBY sebagai pemimpin koalisi yang lemah, membuat partai anggota menjadi seenaknya sendiri . Sebenarnya di dalam sistem politik di Indonesia tidak mengenal istilah koalisi. Kalaupun ada koalisi tidak seperti di negara berkembang yang memang berkoalisi berdasarkan kepentingan bersama untuk rakyat tapi hanya kepentingan sesaat semata. Contohnya pada saat isu reshuffle mereka berpura-pura menjadi anak manis, tapi setelah selamat dari reshuffle mereka kembali menyerang PD dan SBY.

Saran untuk kepemimpinan SBY :

Memang tidak mudah dalam waktu jabatan selama 5 tahun dapat memperbaiki secara total kesejahteraan masyarakat , KKN , ekonomi , pembangunan dsb. Namun dalam masa jabatan yang telah memasuki dalam periode ke 2 ini seharusnya SBY dapat menempuh semua masalah yang bergejolak tersebut, dalam masa kerja yang sudah memasuki 8 tahun ini diharapkan terjadi  banyak perubahan atas kinerjanya . Semua itu memang tidak dapat dilakukan sendiri , butuh pejabat – pejabat untuk membantu mensukseskan tujuannya , tapi bukan pejabat yang hanya memanfaatkan kedudukannya dan melupakan tugas – tugasnya. Oleh karena itu carilah pejabat yang berintelektual , jangan asal aja dalam milih para pejabat. Dan sebagai seorang Kepala Negara seharusnya lebih tegas lagi ketika akan memutuskan sesuatu , memang untuk menetapkan segala sesuatu tidak boleh asal , namun jika lamban dalam mengambil suatu keputusan apalagi keputusan tersebut tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat , maka rugilah dan terbuanglah sia – sia waktu lama untuk menetapkan suatu keputusan , apalagi di Indonesia masih banyak sekali masalah – masalah yang harus segera di tangani.

Pintar , cepat , tepat dan ketegasan itulah yang seharusnya dilakukan presiden kita untuk Negara ini . Negara yang sudah berumur tua yang seharusnya sudah menjadi Negara maju , bukan Negara yang masih saja tertinggal dengan Negara – Negara tetangga yang lebih maju dulu ketimbang Indonesia , padahal potensi Sumber Daya Alam lebih besar di miliki Indonesia , namun malah sebaliknya , Negara yang tidak mempunyai potensi alam yang besar yang justru lebih maju dahulu , mulai dari perkembangan ekonomi , kesejahteraan masyarakat,pembangunan bahkan dalam mengatur Negara mereka sudah berhasil dan jauh lebih baik dari Negara kita ini.

2 thoughts on “Kepemimpinan SBY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s